Rabu, 29 Maret 2017

Wisata alam Curug Koja dan bakom


Haii gays ni saya bawa cerita wisata alam Curug Koja dan bakom bagi yang ingin mengunjungi tempat ini coba baca dulu artikel ini ..

















PENDAHULUAN




Latar belakang



Negara Indonesia merupakan Negara yang kaya akan kekayaan dan keindahan alamnya. Begitu kayanya Indonesia akan keindahan dan kekayaan alamya hingga kita tidak bisa menghitung jumlahnya dan menilai harganya. Bentangan alam Indonesia dari sabang sampai merauke dan membujur dari miangga sampai rote mengundang kekaguman bagi setiap orang yang melihatnya.


Kekayaan sumber daya alam hayati dan ekosistemnya yang terdiri dari sumberdaya hewani, nabati, gejala dan keunikan alam atau keindahan alam yang dimiliki oleh bangsa Indonesia merupakan anugerah Tuhan Yang Maha Esa


Potensi sumberdaya alam hayati dan ekosistemnya tersebut, perlu dikembangkan dan dimanfaatkan untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat tanpa melupakan upaya konservasi sehingga tetap tercapai keseimbangan antara perlindungan, pengawetan dan pemanfaatan yang lestari.


Pemanfaatan potensi sumberdaya alam Flora dan fauna serta jasa lingkungannya di kawasan Pelestarian Alam dan Hutan Lindung mengacu kepada prinsip-prinsip social forest management yang dalam pemanfaatannya berazaskan kelestarian ekologi, social dan ekonomi


Pemanfaatan yang tidak memperhatikan faktor kelestarian fungsi hutan, akan menimbulkan laju degradasi hutan. Sebagai illustrasi angka deforestrasi mencapai 1, 6 juta hektar per tahun.


Potensi jasa lingkungan hutan baik langsung ataupun tidak langsung dapat dimanfaatkan secara terukur dan tidak terukur oleh manusia antara lain untuk : wisata alam, pemanfaatan sumberdaya air, supply oksigen, perlindungan system hidrologis dan carbon offset (Pedoman Inventarisasi Jasa Lingkungan, Ditjen PHKA, 2003.)

Sejalan dengan perkembangan kebutuhan pariwisata alam, maka kawasan Pelestarian alam seperti Taman Nasional, Taman Hutan Raya dan taman Wisata Alam yang memiliki gejala keunikan alam, keindahan alam, keanekaragaman flora dan faunanya sangat potensial untuk dikembangkan sebagai objek dan daya tarik wisata alam, disamping sebagai wahana penelitian, pendidikan dan pengembangan ilmu pengetahuan.


Begitu mahal harga wisata yang memuaskan hingga manusia rela mengeluarkan tak sedidit uang untuk mendapatkanya. Ditengah kesibukan orang dalam bekerja wisata local menjadi alternative tujuan manusia untuk sekedar mengisi waktu luang bersama keluarga.



Uraian singkat



Otonomi daerah merupakan kebijakan yang diberikan pemerintah pusat kepada daerah untuk mengembanngkan potensi daerah agar dengan potensi tersebut suatu daerah bisa maju.


Dengan adanya otonomi daerah dan menjawab venomena diatas kami mengangkat judul dimana didaerah-daerah banyak objek-objek wisata yang begitu indah tetapi tidak mendapatkan perhatian.



Tujuan dan manfaat

Menkaji prospek pengembangan objek wisata air terjun bakom dan koja
Mendeskripsikan strategi pengembangan objek wisata air terjun bakom dan koja
Mengkaji dampak pengembangan objek wisata widuri air terjun bakom dan koja













TELAAH PUSTAKA



Obyek Wisata


Menurut Undang-undang Nomor 9 Tahun 1990 tentang Kepariwisataan Bab I Pasal 1 ; dinyatakan bahwa wisata adalah kegiatan perjalanan atau sebagian dari kegiatan tersebut yang dilakukan secara sukarela serta bersifat sementara untuk menikmati obyek dan daya tarik wisata





Jadi pengertian wisata mengandung unsur yaitu :


1. Kegiatan perjalanan;


2. Dilakukan secara sukarela;


3. Bersifat sementara;


4. Perjalanan itu seluruhnya atau sebagian bertujuan untuk menikmati obyek dan daya tarik wisata.



Pengertian objek dan daya tarik wisata menurut Undang-undang Nomor 9 Tahun 1990 yaitu yang menjadi sasaran perjalanan wisata yang meliputi :


1. Ciptaan Tuhan Yang Maha Esa, yang berwujud keadaan alam serta flora dan fauna, seperti : pemandangan alam, panorama indah, hutan rimba dengan tumbuhan hutan tropis, serta binatang-binatang langka.


2. Karya manusia yang berwujud museum, peninggalan purbakala, peninggalan sejarah, seni budaya, wisata agro (pertanian), wisata tirta (air), wisata petualangan, taman rekreasi, dan tempat hiburan.

3. Sasaran wisata minat khusus, seperti : berburu, mendaki gunung, gua, industri dan kerajinan, tempat perbelanjaan, sungai air deras, tempat-tempat ibadah, tempat-tempat ziarah dan lain-lain
Load disqus comments

0 komentar